7. Magang || Bekerja dengan Data R&D ala Anak Ilmu Komunikasi

Divisi Research and Development (R&D) sering kali dipersepsikan sebagai ruang kerja yang hanya diisi oleh tenaga ahli berlatar belakang sains dan teknologi. Namun, selama saya menjalani magang sebagai Admin R&D, saya menyadari bahwa keberhasilan kerja R&D tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh pengelolaan data dan komunikasi yang baik.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya terlibat langsung dalam aktivitas pengelolaan data R&D, mulai dari pencatatan hingga penyampaian informasi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa data R&D tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga sebagai media komunikasi yang menghubungkan tim teknis, admin, dan manajemen. Dalam konteks inilah Ilmu Komunikasi memiliki peran yang sangat relevan (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021).

Aktivitas Harian Admin R&D dan Pengelolaan Data

Dalam kegiatan sehari-hari, tugas saya sebagai admin R&D berkaitan erat dengan pengelolaan data dasar. Saya melakukan pencatatan data kegiatan R&D, merapikan dokumen, mengelompokkan file sesuai kategori, serta memastikan data tersimpan dengan rapi dan mudah diakses. Data tersebut menjadi arsip penting yang digunakan kembali dalam proses pengembangan dan evaluasi.

Meskipun saya bukan berasal dari latar belakang IT atau sains, saya tetap dituntut untuk memahami alur data agar tidak terjadi kesalahan pencatatan. Aktivitas ini melatih saya untuk bekerja lebih teliti dan bertanggung jawab. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa bekerja dengan data tidak selalu bersifat teknis, tetapi juga membutuhkan pemahaman informasi dan kedisiplinan kerja (Karim et al., 2022).

Ilmu Komunikasi sebagai Dasar Peran Admin R&D

Latar belakang Ilmu Komunikasi sangat membantu saya dalam menjalankan peran sebagai admin R&D. Saya terbiasa memahami bagaimana sebuah informasi disusun dan disampaikan agar mudah dipahami oleh audiens yang berbeda. Kemampuan ini saya terapkan saat menyusun laporan dan merangkum data R&D.

Data yang bersifat teknis saya susun kembali dengan bahasa yang lebih sederhana dan runtut agar dapat dipahami oleh pihak non-teknis, seperti manajemen. Dari sini saya menyadari bahwa data yang baik tetap membutuhkan komunikasi yang jelas agar pesan yang ingin disampaikan tidak disalahartikan (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021).

Komunikasi Data dalam Lingkungan Kerja R&D

Lingkungan kerja R&D melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda. Dalam kondisi tersebut, saya sering berperan sebagai penghubung informasi. Data yang dihasilkan dari proses R&D tidak hanya disimpan, tetapi juga perlu disampaikan kembali dalam bentuk laporan atau ringkasan yang mudah dipahami.

Melalui peran ini, saya belajar bahwa komunikasi data menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran kerja tim. Penyampaian informasi yang jelas membantu menghindari kesalahpahaman dan mendukung koordinasi antar bagian. Hal ini membuktikan bahwa komunikasi bukan hanya pelengkap, melainkan bagian inti dari proses kerja R&D (Karim et al., 2022).

Literasi Data sebagai Bekal Anak Ilmu Komunikasi

Selama magang, saya juga belajar pentingnya literasi data. Saya tidak hanya mencatat data, tetapi juga memahami konteks dan tujuan penggunaannya. Literasi data membantu saya memahami mengapa data tersebut penting dan bagaimana data digunakan dalam proses kerja perusahaan.

BeritaTekno.id menyebutkan bahwa generasi muda perlu memiliki literasi data agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja digital. Pengalaman magang ini memperkuat pemahaman saya bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi juga perlu membekali diri dengan kemampuan dasar pengelolaan data agar dapat bersaing dan berkontribusi secara profesional (Anwar, 2023).

Tantangan dan Pembelajaran Selama Magang

Menjalani magang sebagai admin R&D tentu memiliki tantangan, terutama bagi saya yang berasal dari jurusan Ilmu Komunikasi. Tantangan tersebut meliputi pemahaman istilah teknis, ketelitian dalam pencatatan data, serta menyesuaikan diri dengan alur kerja R&D yang sistematis.

Namun, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman belajar yang berharga. Saya belajar untuk lebih teliti, disiplin, dan adaptif terhadap lingkungan kerja berbasis data. Pengalaman ini menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi memiliki peran yang fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai bidang kerja, termasuk R&D (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021)

Kesimpulan

Pengalaman magang sebagai admin R&D menunjukkan bahwa bekerja dengan data tidak hanya menjadi ranah anak IT atau sains. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya dapat berkontribusi melalui kemampuan komunikasi, pengelolaan informasi, dan literasi data dasar.

Melalui peran admin R&D, saya belajar bahwa data membutuhkan komunikasi agar dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Ilmu Komunikasi memiliki peran penting dalam mendukung kerja R&D dan menjadi bekal berharga dalam menghadapi dunia kerja di era digital (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021; Karim et al., 2022; Anwar, 2023).

Sumber :

Herdiana, H., Munawar, M., & Putri, R. (2021). Penggunaan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kinerja. J-Innovative.
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6102/4380

Karim, A., et al. (2022). PKM Pendampingan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengelolaan dan Penyimpanan Data.
https://risbang.unuja.ac.id/media/arsip/berkas_pengabdian/Sinar_PKM_Abdul_Karim_dkk.pdf

Anwar, M. K. (2023). Mengenal Data di Era Digital: Bekal Esensial bagi Generasi Muda. BeritaTekno.id.
https://www.beritatekno.id/apps-os/471536024/mengenal-data-di-era-digital-bekal-esensial-bagi-generasi-muda

 


Putri Komala Sari ( 22350002002 )

Ilmu Komunikasi

Universitas Mpu Tantular Jakarta


Matkul : Magang

Dosen pengampu : Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom, C.AC.,CPS.,C.STMI.

 

 

Komentar