Divisi Research and Development (R&D) sering kali dipersepsikan sebagai ruang kerja yang hanya diisi oleh tenaga ahli berlatar belakang sains dan teknologi. Namun, selama saya menjalani magang sebagai Admin R&D, saya menyadari bahwa keberhasilan kerja R&D tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh pengelolaan data dan komunikasi yang baik.
Sebagai
mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya terlibat langsung dalam aktivitas
pengelolaan data R&D, mulai dari pencatatan hingga penyampaian informasi.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa data R&D tidak hanya berfungsi sebagai
arsip, tetapi juga sebagai media komunikasi yang menghubungkan tim teknis,
admin, dan manajemen. Dalam konteks inilah Ilmu Komunikasi memiliki peran yang
sangat relevan (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021).
Aktivitas Harian Admin R&D dan Pengelolaan Data
Dalam
kegiatan sehari-hari, tugas saya sebagai admin R&D berkaitan erat dengan
pengelolaan data dasar. Saya melakukan pencatatan data kegiatan R&D,
merapikan dokumen, mengelompokkan file sesuai kategori, serta memastikan data
tersimpan dengan rapi dan mudah diakses. Data tersebut menjadi arsip penting
yang digunakan kembali dalam proses pengembangan dan evaluasi.
Meskipun
saya bukan berasal dari latar belakang IT atau sains, saya tetap dituntut untuk
memahami alur data agar tidak terjadi kesalahan pencatatan. Aktivitas ini
melatih saya untuk bekerja lebih teliti dan bertanggung jawab. Dari pengalaman
ini, saya belajar bahwa bekerja dengan data tidak selalu bersifat teknis,
tetapi juga membutuhkan pemahaman informasi dan kedisiplinan kerja (Karim et
al., 2022).
Ilmu Komunikasi sebagai Dasar Peran Admin R&D
Latar
belakang Ilmu Komunikasi sangat membantu saya dalam menjalankan peran sebagai
admin R&D. Saya terbiasa memahami bagaimana sebuah informasi disusun dan
disampaikan agar mudah dipahami oleh audiens yang berbeda. Kemampuan ini saya
terapkan saat menyusun laporan dan merangkum data R&D.
Data yang
bersifat teknis saya susun kembali dengan bahasa yang lebih sederhana dan
runtut agar dapat dipahami oleh pihak non-teknis, seperti manajemen. Dari sini
saya menyadari bahwa data yang baik tetap membutuhkan komunikasi yang jelas agar
pesan yang ingin disampaikan tidak disalahartikan (Herdiana, Munawar, &
Putri, 2021).
Komunikasi Data dalam Lingkungan Kerja R&D
Lingkungan
kerja R&D melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda.
Dalam kondisi tersebut, saya sering berperan sebagai penghubung informasi. Data
yang dihasilkan dari proses R&D tidak hanya disimpan, tetapi juga perlu
disampaikan kembali dalam bentuk laporan atau ringkasan yang mudah dipahami.
Melalui
peran ini, saya belajar bahwa komunikasi data menjadi bagian penting dalam
menjaga kelancaran kerja tim. Penyampaian informasi yang jelas membantu
menghindari kesalahpahaman dan mendukung koordinasi antar bagian. Hal ini
membuktikan bahwa komunikasi bukan hanya pelengkap, melainkan bagian inti dari
proses kerja R&D (Karim et al., 2022).
Literasi
Data sebagai Bekal Anak Ilmu Komunikasi
Selama
magang, saya juga belajar pentingnya literasi data. Saya tidak hanya mencatat
data, tetapi juga memahami konteks dan tujuan penggunaannya. Literasi data
membantu saya memahami mengapa data tersebut penting dan bagaimana data
digunakan dalam proses kerja perusahaan.
BeritaTekno.id
menyebutkan bahwa generasi muda perlu memiliki literasi data agar mampu beradaptasi
dengan dunia kerja digital. Pengalaman magang ini memperkuat pemahaman saya
bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi juga perlu membekali diri dengan kemampuan
dasar pengelolaan data agar dapat bersaing dan berkontribusi secara profesional
(Anwar, 2023).
Tantangan dan Pembelajaran Selama Magang
Menjalani
magang sebagai admin R&D tentu memiliki tantangan, terutama bagi saya yang
berasal dari jurusan Ilmu Komunikasi. Tantangan tersebut meliputi pemahaman
istilah teknis, ketelitian dalam pencatatan data, serta menyesuaikan diri
dengan alur kerja R&D yang sistematis.
Namun,
tantangan tersebut justru menjadi pengalaman belajar yang berharga. Saya
belajar untuk lebih teliti, disiplin, dan adaptif terhadap lingkungan kerja
berbasis data. Pengalaman ini menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi memiliki peran
yang fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai bidang kerja, termasuk R&D
(Herdiana, Munawar, & Putri, 2021)
Kesimpulan
Pengalaman
magang sebagai admin R&D menunjukkan bahwa bekerja dengan data tidak hanya
menjadi ranah anak IT atau sains. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya dapat
berkontribusi melalui kemampuan komunikasi, pengelolaan informasi, dan literasi
data dasar.
Melalui
peran admin R&D, saya belajar bahwa data membutuhkan komunikasi agar dapat
dipahami dan dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Ilmu Komunikasi
memiliki peran penting dalam mendukung kerja R&D dan menjadi bekal berharga
dalam menghadapi dunia kerja di era digital (Herdiana, Munawar, & Putri,
2021; Karim et al., 2022; Anwar, 2023).
Sumber :
Herdiana,
H., Munawar, M., & Putri, R. (2021). Penggunaan Teknologi Digital untuk
Meningkatkan Kinerja. J-Innovative.
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6102/4380
Karim,
A., et al. (2022). PKM Pendampingan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam
Pengelolaan dan Penyimpanan Data.
https://risbang.unuja.ac.id/media/arsip/berkas_pengabdian/Sinar_PKM_Abdul_Karim_dkk.pdf
Anwar, M.
K. (2023). Mengenal Data di Era Digital: Bekal Esensial bagi Generasi Muda.
BeritaTekno.id.
https://www.beritatekno.id/apps-os/471536024/mengenal-data-di-era-digital-bekal-esensial-bagi-generasi-muda
Putri Komala Sari ( 22350002002 )
Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Matkul : Magang
Dosen pengampu : Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom, C.AC.,CPS.,C.STMI.
Komentar
Posting Komentar