Perkembangan teknologi digital membuat data menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia kerja. Hampir semua bidang pekerjaan saat ini bersentuhan dengan data, mulai dari administrasi, pemasaran, riset, hingga pengambilan keputusan manajerial. Kondisi ini sering kali menimbulkan anggapan bahwa hanya lulusan teknologi informasi (IT) yang mampu bekerja dengan data. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Mahasiswa
Ilmu Komunikasi juga memiliki peran penting dalam dunia kerja berbasis data.
Meskipun tidak memiliki latar belakang teknis seperti programmer atau data
analyst, lulusan Ilmu Komunikasi tetap terlibat dalam proses pengelolaan,
pemaknaan, dan penyampaian data. Dalam konteks ini, data tidak hanya dipahami
sebagai angka, tetapi sebagai informasi yang memiliki pesan dan makna untuk
disampaikan kepada pihak lain (Anwar, 2023).
Data di Dunia Kerja: Tidak Selalu Soal Teknis
Di dunia
kerja, data tidak selalu berbentuk sistem yang rumit atau pemrograman. Banyak
pekerjaan yang berkaitan dengan data dasar, seperti pencatatan, pengelompokan,
pengarsipan, dan pelaporan. Aktivitas ini sering ditemui dalam pekerjaan
administrasi, riset pengembangan, hingga komunikasi internal perusahaan.
Bagi
lulusan Ilmu Komunikasi, data menjadi bahan utama untuk menyusun pesan dan
informasi. Data digunakan sebagai dasar dalam menyampaikan laporan, membuat
presentasi, atau menyusun rekomendasi. Oleh karena itu, meskipun bukan anak IT,
kemampuan memahami dan mengelola data tetap menjadi kebutuhan penting dalam
dunia kerja modern (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021).
Ilmu Komunikasi dan Peran Memaknai Data
Salah
satu keunggulan Ilmu Komunikasi dalam dunia kerja adalah kemampuan memaknai
data. Data mentah sering kali sulit dipahami jika tidak dijelaskan dengan baik.
Di sinilah peran komunikasi diperlukan untuk mengubah data menjadi informasi
yang mudah dimengerti oleh berbagai pihak.
Mahasiswa
Ilmu Komunikasi dilatih untuk memahami audiens dan menyesuaikan pesan. Dalam
konteks data, hal ini berarti mampu menyederhanakan informasi, memilih data
yang relevan, dan menyusunnya menjadi pesan yang jelas. Kemampuan ini sangat
dibutuhkan agar data yang ada tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat
digunakan secara efektif (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021).
Kerja dengan Data sebagai Bagian dari Komunikasi
Profesional
Dalam
praktik dunia kerja, komunikasi profesional sering kali berbasis data. Laporan
kinerja, hasil evaluasi, dan perencanaan kerja hampir selalu didukung oleh
data. Namun, keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan data,
tetapi juga oleh cara penyampaiannya.
Ilmu
Komunikasi membantu individu dalam menyampaikan data secara sistematis dan
persuasif. Penyusunan laporan yang runtut, penggunaan bahasa yang jelas, serta
penyajian data yang menarik menjadi bagian dari keterampilan komunikasi
profesional. Dengan demikian, lulusan Ilmu Komunikasi dapat berkontribusi besar
dalam proses kerja berbasis data meskipun tidak memiliki latar belakang IT
(Karim et al., 2022).
Literasi Data bagi Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Literasi
data menjadi bekal penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadapi
dunia kerja. Literasi data tidak hanya berarti mampu membaca angka, tetapi juga
memahami konteks dan dampak dari data tersebut. Mahasiswa dituntut mampu menjelaskan
makna data serta menggunakannya untuk mendukung argumen atau keputusan.
Menurut
artikel BeritaTekno.id, generasi muda perlu memiliki pemahaman dasar tentang
data agar tidak tertinggal di era digital. Dalam perspektif Ilmu Komunikasi,
literasi data memperkuat kemampuan menyampaikan pesan berbasis fakta dan
meningkatkan kredibilitas dalam lingkungan profesional (Anwar, 2023).
Tantangan Bekerja dengan Data bagi Non-IT
Meskipun
data semakin mudah diakses, tantangan tetap ada bagi individu yang bukan
berlatar belakang IT. Salah satu tantangan utama adalah memahami istilah teknis
dan menyaring data yang relevan. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, data
justru dapat membingungkan dan menghambat proses kerja.
Ilmu Komunikasi
berperan dalam mengatasi tantangan tersebut melalui kemampuan menyederhanakan
informasi dan membangun pemahaman bersama. Dengan komunikasi yang efektif, data
dapat dijadikan alat bantu kerja yang mendukung kolaborasi dan pengambilan
keputusan (Karim et al., 2022).
Kesimpulan
Bekerja
dengan data tidak selalu berarti harus menjadi anak IT. Di dunia kerja saat
ini, data juga membutuhkan peran Ilmu Komunikasi agar dapat dipahami dan
dimanfaatkan secara optimal. Lulusan Ilmu Komunikasi memiliki kemampuan untuk
memaknai, menyampaikan, dan mengomunikasikan data sesuai dengan kebutuhan
audiens.
Melalui
literasi data dan keterampilan komunikasi profesional, mahasiswa Ilmu
Komunikasi dapat beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja digital. Oleh karena
itu, penguasaan komunikasi berbasis data menjadi salah satu kompetensi penting
yang perlu dimiliki untuk menghadapi tantangan dunia kerja modern (Herdiana,
Munawar, & Putri, 2021; Anwar, 2023; Karim et al., 2022).
Sumber :
Herdiana,
H., Munawar, M., & Putri, R. (2021). Penggunaan Teknologi Digital untuk
Meningkatkan Kinerja. J-Innovative.
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6102/4380
Karim,
A., et al. (2022). PKM Pendampingan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam
Pengelolaan dan Penyimpanan Data.
https://risbang.unuja.ac.id/media/arsip/berkas_pengabdian/Sinar_PKM_Abdul_Karim_dkk.pdf
Anwar, M.
K. (2023). Mengenal Data di Era Digital: Bekal Esensial bagi Generasi Muda.
BeritaTekno.id.
https://www.beritatekno.id/apps-os/471536024/mengenal-data-di-era-digital-bekal-esensial-bagi-generasi-muda
Putri Komala Sari ( 22350002002 )
Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular Jakarta
Matkul : Magang
Dosen pengampu : Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom, C.AC.,CPS.,C.STMI.
Komentar
Posting Komentar