6. Magang || Bukan Anak IT, Tapi Kerja dengan Data: Perspektif Ilmu Komunikasi

Perkembangan teknologi digital membuat data menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia kerja. Hampir semua bidang pekerjaan saat ini bersentuhan dengan data, mulai dari administrasi, pemasaran, riset, hingga pengambilan keputusan manajerial. Kondisi ini sering kali menimbulkan anggapan bahwa hanya lulusan teknologi informasi (IT) yang mampu bekerja dengan data. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi juga memiliki peran penting dalam dunia kerja berbasis data. Meskipun tidak memiliki latar belakang teknis seperti programmer atau data analyst, lulusan Ilmu Komunikasi tetap terlibat dalam proses pengelolaan, pemaknaan, dan penyampaian data. Dalam konteks ini, data tidak hanya dipahami sebagai angka, tetapi sebagai informasi yang memiliki pesan dan makna untuk disampaikan kepada pihak lain (Anwar, 2023).

Data di Dunia Kerja: Tidak Selalu Soal Teknis

Di dunia kerja, data tidak selalu berbentuk sistem yang rumit atau pemrograman. Banyak pekerjaan yang berkaitan dengan data dasar, seperti pencatatan, pengelompokan, pengarsipan, dan pelaporan. Aktivitas ini sering ditemui dalam pekerjaan administrasi, riset pengembangan, hingga komunikasi internal perusahaan.

Bagi lulusan Ilmu Komunikasi, data menjadi bahan utama untuk menyusun pesan dan informasi. Data digunakan sebagai dasar dalam menyampaikan laporan, membuat presentasi, atau menyusun rekomendasi. Oleh karena itu, meskipun bukan anak IT, kemampuan memahami dan mengelola data tetap menjadi kebutuhan penting dalam dunia kerja modern (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021).

Ilmu Komunikasi dan Peran Memaknai Data

Salah satu keunggulan Ilmu Komunikasi dalam dunia kerja adalah kemampuan memaknai data. Data mentah sering kali sulit dipahami jika tidak dijelaskan dengan baik. Di sinilah peran komunikasi diperlukan untuk mengubah data menjadi informasi yang mudah dimengerti oleh berbagai pihak.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi dilatih untuk memahami audiens dan menyesuaikan pesan. Dalam konteks data, hal ini berarti mampu menyederhanakan informasi, memilih data yang relevan, dan menyusunnya menjadi pesan yang jelas. Kemampuan ini sangat dibutuhkan agar data yang ada tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat digunakan secara efektif (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021).

Kerja dengan Data sebagai Bagian dari Komunikasi Profesional

Dalam praktik dunia kerja, komunikasi profesional sering kali berbasis data. Laporan kinerja, hasil evaluasi, dan perencanaan kerja hampir selalu didukung oleh data. Namun, keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan data, tetapi juga oleh cara penyampaiannya.

Ilmu Komunikasi membantu individu dalam menyampaikan data secara sistematis dan persuasif. Penyusunan laporan yang runtut, penggunaan bahasa yang jelas, serta penyajian data yang menarik menjadi bagian dari keterampilan komunikasi profesional. Dengan demikian, lulusan Ilmu Komunikasi dapat berkontribusi besar dalam proses kerja berbasis data meskipun tidak memiliki latar belakang IT (Karim et al., 2022).

Literasi Data bagi Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Literasi data menjadi bekal penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadapi dunia kerja. Literasi data tidak hanya berarti mampu membaca angka, tetapi juga memahami konteks dan dampak dari data tersebut. Mahasiswa dituntut mampu menjelaskan makna data serta menggunakannya untuk mendukung argumen atau keputusan.

Menurut artikel BeritaTekno.id, generasi muda perlu memiliki pemahaman dasar tentang data agar tidak tertinggal di era digital. Dalam perspektif Ilmu Komunikasi, literasi data memperkuat kemampuan menyampaikan pesan berbasis fakta dan meningkatkan kredibilitas dalam lingkungan profesional (Anwar, 2023).

Tantangan Bekerja dengan Data bagi Non-IT

Meskipun data semakin mudah diakses, tantangan tetap ada bagi individu yang bukan berlatar belakang IT. Salah satu tantangan utama adalah memahami istilah teknis dan menyaring data yang relevan. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, data justru dapat membingungkan dan menghambat proses kerja.

Ilmu Komunikasi berperan dalam mengatasi tantangan tersebut melalui kemampuan menyederhanakan informasi dan membangun pemahaman bersama. Dengan komunikasi yang efektif, data dapat dijadikan alat bantu kerja yang mendukung kolaborasi dan pengambilan keputusan (Karim et al., 2022).

Kesimpulan

Bekerja dengan data tidak selalu berarti harus menjadi anak IT. Di dunia kerja saat ini, data juga membutuhkan peran Ilmu Komunikasi agar dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal. Lulusan Ilmu Komunikasi memiliki kemampuan untuk memaknai, menyampaikan, dan mengomunikasikan data sesuai dengan kebutuhan audiens.

Melalui literasi data dan keterampilan komunikasi profesional, mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja digital. Oleh karena itu, penguasaan komunikasi berbasis data menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki untuk menghadapi tantangan dunia kerja modern (Herdiana, Munawar, & Putri, 2021; Anwar, 2023; Karim et al., 2022).

 

Sumber :

Herdiana, H., Munawar, M., & Putri, R. (2021). Penggunaan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kinerja. J-Innovative.
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6102/4380

Karim, A., et al. (2022). PKM Pendampingan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengelolaan dan Penyimpanan Data.
https://risbang.unuja.ac.id/media/arsip/berkas_pengabdian/Sinar_PKM_Abdul_Karim_dkk.pdf

Anwar, M. K. (2023). Mengenal Data di Era Digital: Bekal Esensial bagi Generasi Muda. BeritaTekno.id.
https://www.beritatekno.id/apps-os/471536024/mengenal-data-di-era-digital-bekal-esensial-bagi-generasi-muda



Putri Komala Sari ( 22350002002 )

Ilmu Komunikasi

Universitas Mpu Tantular Jakarta


Matkul : Magang

Dosen pengampu : Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom, C.AC.,CPS.,C.STMI.

 

 

Komentar